11 Alat Pembayaran Internasional untuk Transaksi Perdagangan Internasional

5 min read

tipe-tipe transaksi internasional

Perdagangan internasional membuat setiap negara saling berlomba-lomba memproduksi barang untuk di pasarkan di pasar global, dan dalam setiap kegiatan transaksi pasti pembayaran karena ini sekala dunia pasti ada alat transaksi pembayaran internasional yang digunakan.

Untuk sebagian orang mungkin transaksi untuk pembayaran internasional mengetahuinya hanya menggunakan uang tunai kartu kredit, padahal banyak sekali alat pembayaran internasional yang digunakan dalam perdagangan internasional.

Berikut ini beberapa alat pembayaran internasional yang digunakan dalam perdagangan internasional.

Alat Pembayaran Internasional

alat pembayaran internasional
pixabay.com

Alat pembayaran internasional ada 11 diantaranya:

  1. Uang Tunai
  2. Cek
  3. Telegrafik Transfer
  4. Wesel
  5. Letter of Credit
  6. Emas
  7. Kompensasi Pribadi
  8. Valuta Asing
  9. Kartu Kredit
  10. Escrow Account
  11. E-Wallet

Berikut ini penjelasan dari 11 alat pembayaran internasional:

  • Uang Tunai

Pembayaran secara tunai atau secara kontan dengan menggunakan alat pembayaran internasional yaitu uang tunai.

Menggunakan uang tunai adalah hal yang paling mudah karena transaksi ini dilakukan dengan cara bertemu dan menyerahkan uangnya secara langsung dan biasanya dilakukan ketika yang bersangkutan sedang berada diluar negeri.

Pembayaran dilakukan dengan menggunakan mata uang tempat dilakukannya transaksi atau bisa juga mata uang pembeli semua tergantung kesepakatan kedua belah pihak.

Pada intinya alat pembayaran internasional dengan menggunakan uang tunai harus bertemu secara langsung dengan membawa uang tersebut bisa dalam koper atau apa saja.

  • Cek

Cek merupakan surat perintah tak bersyarat oleh bank untuk membayarkan atau memindahkan sejumlah uang yang tertera pada yang membawanya.

Pemindahan atau pengambilan dana akan cair jika sudah valid mengandung tanda tangan atau cap yang pemberi kuasa atas cek yang diberikan.

Cek biasanya digunakan transaksi dagang yang dilakukan oleh importir yang mengirimkan lembaran cek kepada pengirim barang lewat bank yang ada di negara penerima dana.

  • Telegrafik Transfer

Apabila dana dari cek bisa dicairkan dengan ditujukan oleh pengguna dana, namun untuk telegrafik transfer ada sedikit prosedur yang berbeda ketimbang cek.

Alat pembayaran internasional telegrafik transfer merupakan lembar cek yang ditujukan oleh perintah pemilik dana awal untuk dipindahkan ke rekening lain baik itu dalam negeri maupun luar negeri yang melalui sistem telegram otomatis di bank yang bersangkutan.

Jadi lembaran cek tidak perlu di kirimkan kepada penerima dana dan prosesnya lebih mudah ketimbang cek namun proses ini memiliki resiko yang sangat tinggi.

Untuk itu dalam hal transaksi perlu adanya kesepakatan dan juga rasa percaya yang tinggi antara kedua belah pihak baik pengirim atau penerima.

  • Wesel

Bill of exchange atau yang sering kita kenal adalah wesel merupakan pengiriman dana atau uang dari luar negeri maupun dalam negeri dengan proses yang sangat mudah.

Caranya mudah sekali hanya dengan mengisi formulir dari penyedia jasa tentang data pengirim dan penerima kemudian masukan rekening bank nama penerima yang dituju.

Menggunakan wesel cukup dengan kontak biasa saja dengan penerima untuk nantinya diberikan PIN dan proses ini tidak perlu melakukan registrasi akun atau lain sebagainya.

  • Letter of Credit

Letter of credit memiliki kesamaan dengan wesel namun hal yang membedakan antara wesel dengan letter of credit adalah wesel uangnya harus kontan sedangkan wesel of credit uangnya bisa di cicil.

Apabila terjadi masalah dalam pembayaran misalkan tersendat dalam proses cicilan maka pihka bank akan melunasi ke penjual namun tetap dana talang tersebut akan menjadi beban pembeli.

Alat pembayaran internasional letter of credit biasanya digunakan oleh pihak-pihak yang merasa belum percaya dengan lawan bisnisnya.

Sehingga letter of credit ini dipakai karena keamanan transaksi lebih terjamin, terutama bagi pihak penjual yang mengirimkan barangnya dan khawatir barangnya sudah dikirim namun tidak di bayar.

  • Emas

Alat pembayaran internasional selanjutnya adalah emas, yang memiliki fungsi sama dengan uang tunai. yang mana nilai produk atau barang dan jasa yang dijual disesuaikan dengan berat emas.

Pembayaran dengan menggunakan emas sangat baik untuk melindungi nilai barang tersebut karena bisa melindunginya dari inflasi dan tidak akan rusak sama sekali.

  • Kompensasi Pribadi

Adapun yang dimaksud dengan kompensasi pribadi merupakan pembayaran yang dilakukan secara silang dalam satu negara, misalkan budi yang berasal dari Indonesia membeli barang dari Robert yang dari Amerika sebesar US$1000.

Kemudian Roy yang dari Amerika membeli barang dari Arif dengan nilai yang sama yaitu US$ 1000, jika keempat pihak tersebut saling percaya maka mereka bisa menggunakan kompensasi pribadi sebagai alat pembayaran internasional.

Jadi nanti Budi memberikan uang sebesar US$ 1000 kepada Arif dan juga Robert memberikan uang dengan jumlah tersebut kepada Roy.

Transaksi ini mudah namun perlu kepercayaan yang sangat tinggi supaya tidak ada pihak yang dirugikan.

  • Valuta Asing

Valuta asing merupakan alat pembayaran internasional yang melibatkan pertukaran kurs mata uang antar negara agar lebih mudah.

Satuan Valuta asing yang biasanya digunakan untuk transaksi internasional adalah dollar Amerika Serikat atau USD.

Dengan begitu pembayaran akan lebih mudah karena dihitung dalam satu mata uang yang sama.

  • Kartu Kredit

Kartu kredit biasanya digunakan sebagai alat pembayaran internasional dengan sekala yang kecil seperti e-commerce, dan banyak yang menggunakan alat pembayaran ini.

Karena cukup dengan menggunakan kartu lalu masukan kartu kredit saat membayar tagihan belanja, kemudian masukan nominal dan lain-lain maka transaksi selesai dilaksanakan.

Saldo dari kartu kredit akan otomatis memotong dari jumlah limit, dan kamu juga bisa membayar dengan cicilan dalam masa tenor yang telah dipilih.

  • Escrow Account

Escrow account merupakan rekening yang dibuka untuk dua pihak, sehingga akses dan juga penggunanya juga dipakai secara bersama.

Untuk mengunakan alat pembayaran ini sangat dibutuhkan kepercayaan bersama dan juga tinggi karena resiko yang ditanggung adalah kena tipu.

Jadi prosesnya itu pembeli memasukkan dana ke rekening tersebut lalu penjual menarik dan dari rekening tersebut pula.

Jika terjadi sesuatu hal yang membuat pembeli ingin menarik kembali uangnya bisa saja dilakukan asal belum ada penarikan dari penjual.

  • E-Wallet

E-wallet Merupakan dompet elektronik kini yang kini lagi tren dan makin marak digunakan untuk berbagai transaksi. Sudah banyak penyedia e-wallet yang ada di dunia sebagai alat pembayaran internasional seperti PayPal, OVO, GoPay, DANA, dan lain-lain.

E-wallet tidak hanya digunakan untuk transaksi dagang dalam negeri saja e-wallet bisa dipakai di hampir semua transaksi dimana saja bisa untuk keluar negeri.

Misalnya seperti Jenius yang sekarang bisa dipakai untuk membayar tiket MRT di negara Singapura.

Baca juga faktor penghambat perdagangan internasional

Tipe-tipe Transaksi

tipe-tipe transaksi internasional
pixabay.com

Metode yang paling tepat dalam setiap transaksi yang bergantung pada tingkat resiko yang ada, besarnya perbandingan biaya pembiayaan bagi yang mengekspor dan juga importir.

  • Inkaso Dokumen

Inkaso dokumen memungkinkan yang mengekspor dapat tetap mengontrol barang dan juga menggalang segala bentuk kemungkinan biaya tambahan.

Inkaso dokumen biasanya digunakan untuk transaksi yang kedua belah pihak sudah saling mengenal dan juga hubungannya sudah kuat an sudah saling percaya.

Ada sejumlah nuansa yang berkaitan dengan inkaso dokumen, salah satu varian dari inkaso dokumen adalah ada satu bank diluar negeri yang mana bertindak sebagai pihak yang mengatasnamakan pengirim barang.

Tugasnya hanya akan merilis dokumen-dokumen yang diperlukan oleh penjual atau importir untuk mengambil kepemilikan atas barang itupun setelah dia menerima secara resmi persyaratan faktur.

Namun yang mengekspor masih punya tanggungan risiko apabila importir tidak melunasi tagihan saat jatuh tempo yang telah di sepakati.

Namun di sisi lain, biaya yang dikeluarkan terkait dengan inkaso dokumen tersebut lebih rendah ketimbang dengan letter of credit.

Namun, tidak semua inkaso dokumen melibatkan pengajuan bill of exchange untuk diterima importir ada juga sebagian inkaso dokumen dibayar atas tunjuk.

Sehingga tidak ada tagihan dan hanya ada risiko rendah dan resiko ini pembeli menerima barang sebelum membayar barang tersebut.

Inkaso dokumen lain membutuhkan penerimaan atau avalisasi tagihan oleh bank pembeli, sehingga penjual menerima risiko kredit dari bank pembeli, bukan pembeli.

  • Letter of credit

Letter of credit merupakan sebuah metode pembayaran yang paling aman selain pembayaran yang dilakukan di muka.

Importir mengurus letter of credit dengan bank mereka sediri yang kemudian membayar bank koresponden setelah penyerahan semua dokumen yang diperlukan telah terpenuhi semua.

Hal penting yang menjadi catatan bahwa letter of credit bukan jaminan mutlak untuk pembayaran, akan tetapi bank hanya akan membayar jikalau yang mengekspor  barang menyajikan  semua dokumen yang tepat sebelum tanggal berakhirnya letter of credit.

Letter of credit biasanya digunakan untuk ekspor ke pelanggan baru bukan untuk pelanggan yang lama.

Letter of credit memberikan jaminan kepada yang mengekspor bahwa mereka akan dibayar dan itupun tergantung apakah mereka dapat menyajikan dokumen yang akurat dalam jangka waktu yang tepat.

Untuk para importir bahwa mereka benar-benar akan menerima barang sesuai pesanan.

Namun, dalam bentuk paling sederhana letter of credit tidak melindungi yang mengekspor dari risiko seperti cedera janji bank penerbit atau risiko negara.

Contohnya jika pemerintah negara importir mengubah perundang-undangan mereka dan membuat penyelesaian letter of credit menjadi hal yang mustahil.

Adapun yang mengekspor mungkin merasa penting untuk membahas berbagai opsi tambahan yang mungkin terkait letter of credit dengan bank mereka guna memilih solusi terbaik sesuai kebutuhan mereka nantinya.

  • Pra-pembayaran

Pembayaran penuh biasanya digunakan untuk penjualan bernilai rendah ke individu atau pelanggan baru bukan untuk pelanggan lama yang sekala besar.

Meskipun begitu itu merupakan pilihan yang paling tidak menguntungkan, perusahaan yang baru berdiri sering menggunakan metode pembayaran di muka melalui kartu kredit.

Banyak situs menggunakan jasa yang melakukan pembayaran online seperti PayPal, Google Checkout,Gopay, atau WorldPay sebagai upaya memberikan ketenangan bagi pembeli maupun penjual dalam melakukan transaksi.

Hal penting yang harus diingat bahwa tingkat perlindungan dan proses sengketa dapat bervariasi dan beragam secara signifikan antara proses pembayaran yang satu dengan yang lain tidak sama.

Baca juga teori perdagangan internasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *