Berikut ini Ciri-ciri dari Koperasi

4 min read

ciri-ciri koperasi terbaru

Koperasi merupakan organisasi ekonomi yang dijalankan oleh anggota koperasi, tujuan utama dari koperasi adalah menyejahterakan anggota serta memajukan ekonomi. Selain itu terdapat ciri-ciri koperasi dan prinsipnya yang membedakannya dengan perusahaan.

Koperasi di Indonesia memiliki ciri-ciri khusus, hal ini bisa dilihat dari kekuasaan yang tinggi dan keanggotaan di koperasi.

Berikut ini ciri-ciri koperasi Indonesia yang perlu kalian ketahui

Ciri-ciri Koperasi

ciri-ciri koperasi terbaru
manjakan.com

Berikut ini adalah ciri-ciri koperasi dan juga penjelasannya yang meliputi asas koperasi, kekuasaan tertinggi serta keanggotaan dalam koperasi.

  • Keanggotaan Bersifat Sukarela

Keanggotaan koperasi yang sifatnya sukarela merupakan ciri-ciri koperasi yang paling utama. Oleh karena itu keanggotaan koperasi tidak dipaksa dan terpaksa harus atas kemauan sendiri.

Selain itu juga ketika hendak keluar dari koperasi atau mengundurkan diri bisa kapanpun namun harus sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku, itu ciri-ciri koperasi yang pertama.

  • Kekuasaan Tertinggi Ada pada Rapat Anggota

Ciri-ciri koperasi yang kedua adalah kekuasaan tertinggi dalam koperasi ada pada rapat anggota. Rapat anggota yang dilaksanakan setahun sekali yang merupakan kekuasaan tertinggi.

  • Asas Kekeluargaan

Ciri-ciri koperasi yang ketiga adalah asas yang didasari pada kekeluargaan. Hal ini pula yang tertuang dalam Undang-Undang No. 25 tahun 1992 pasal 2.

Bunyi dari pasal tersebut adalah koperasi yang berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang dasar 1945 serta berdasarkan asas kekeluargaan.

  • Non-Kapitalis

Ciri-ciri koperasi yang keempat adalah koperasi bersifat non-kapitalis. Berarti pembagian sisa hasil usaha tidak didasarkan dari besarnya modal yang ditanamkan melainkan jasa anggota yang diberikan kepada koperasi.

  • Berdasar pada Prinsip Swadaya, Swakerta serta Swasembada

Ciri-ciri Koperasi yang terakhir adalah koperasi berdasar pada usaha sendiri, buatan sendiri serta prinsip kemampuan sendiri.

Baca juga pengertian manajemen pemasaran menurut para ahli

Macam-macam koperasi

macam-macam koperasi indonesia
koperasiindinesia.com

Pemerintah melalui koperasi berharap bisa meningkatkan perekonomian pedagang kecil agar tidak kalah bersaing dengan pedagang besar seperti mall dan lain-lain.

Koperasi juga terbagi ke beberapa macam koperasi yang dibagi menjadi 4 faktor yang digunakan dalam mengelompokkan koperasi.

Empat faktor tersebut merupakan faktor jenis usaha, status anggota, tingkatan serta fungsinya.

Berikut ini jenis-jenis koperasi:

1. Berdasarkan Jenis Usahanya

Koperasi berdasarkan jenis usahanya terbagi menjadi 3 jenis koperasi.

  1. Koperasi Produksi
  2. Koperasi Konsumsi
  3. Koperasi Simpan Pinjam
  • Koperasi Produksi

Koperasi produksi merupakan sebuah koperasi yang memiliki tujuan untuk membantu para anggotanya untuk saling bekerja sama dalam melakukan usaha atau dagang.

Ada beberapa macam koperasi produksi yang bisa dilakukan secara bersama-sama yaitu koperasi para peternak sapi, pengrajin, petani dan lain sebagainya.

Koperasi produksi membantu para anggotanya untuk usaha dan mereka juga hadir untuk memecahkan masalahnya dalam menjalani usaha.

Sebagai contoh dari koperasi produksi adalah membantu menyiapkan atau menyediakan bahan baku untuk para pengrajin untuk dibuat kerajinan.

Adapun bentuk bantuannya juga bisa berupa bantuan menjual barang hasil dari produksi para anggota koperasi.

Jadi koperasi menampung seluruh hasil produksi dari anggotanya supaya barang tersebut lebih mudah terjual.

Contohnya koperasi menampung hasil pertanian anggotanya seperti padi, jagung, kacang, cengkeh dan lain sebagainya.

  • Koperasi Konsumsi

Koperasi konsumsi merupakan sebuah koperasi yang menjual segala bentuk barang yang dibutuhkan anggotanya seperti untuk kebutuhan pokok.

Harga barang di koperasi umumnya lebih murah ketimbang harga pasaran, adapun barang yang dijual di koperasi seperti beras, gula, telur, tepung, kopi dan lain-lain.

  • Koperasi Simpan Pinjam

Koperasi simpan pinjam juga dikenal sebagai koperasi kredit, koperasi menyediakan tempat untuk menyimpan uang sekaligus juga menjadi tempat pinjaman uang.

Dana untuk dipinjam diperoleh dari atau dikumpulkan dari dana anggota yang mengumpulkan dana secara bersama-sama hingga terkumpul dana yang besar untuk pinjaman.

Jika diperhatikan secara sekilas koperasi simpan pinjam hampir sama seperti bank pada umumnya ya.

Namun sebenarnya ada beberapa perbedaan antara koperasi simpan pinjam dengan bank pada umumnya atau bank konvensional.

Berikut ini beberapa poin yang membedakan bank konvensional maupun syariah dengan koperasi simpan pinjam.

  1. Yang pertama bunga yang ditawarkan koperasi lebih ringan ketimbang bank.
  2. Yang kedua pembayaran pinjaman bisa dilakukan secara berangsur-angsur.
  3. Yang terakhir bunga atau keuntungan dari pinjaman dinikmati secara bersama-sama lewat cara bagi hasil.
  • Koperasi Serba Usaha

Koperasi serba usaha merupakan koperasi yang di dalamnya berbagai macam usaha, bentuk usaha yang dilakukan merupakan gabungan dari dari koperasi simpan pinjam, koperasi konsumsi, koperasi produksi dan koperasi simpan pinjam.

Semua bentuk usaha koperasi ada di dalamnya. Oleh karena itu koperasi ini dinamai koperasi serba usaha karena meliputi semua usaha koperasi.

2. Jenis Koperasi Berdasarkan Status Anggotanya

Jenis koperasi yang berdasarkan status anggotanya merupakan koperasi yang mengelompokkan status orang-orang yang menjadi anggota koperasi tersebut dan jenis koperasi ini sangat banyak sekali di Indonesia.

Hal ini karena jika sekumpulan orang yang mempunyai status yang sama dan mereka inisiatif membuat koperasi maka koperasi tersebut masuk kedalam jenis koperasi berdasarkan status anggotanya.

Berikut ini beberapa jenis koperasi berdasarkan anggotanya:

  •  Koperasi Pegawai Negeri

Sesuai dengan namanya koperasi ini memiliki anggota yang terdiri dari para pegawai negeri sipil. Koperasi pegawai negeri sekarang telah berubah menjadi koperasi pegawai negeri republik Indonesia.

Tujuan koperasi ini sama saja dengan koperasi lain untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi anggotanya.

Hampir semua instansi lembaga pemerintah baik di daerah dan nasional memiliki koperasi pegawai negeri.

Bahkan terkadang dalam setiap instansi lebih dari satu koperasi di dalamnya karena ada juga yang membuat koperasi tiap divisi dan departemen.

  • Koperasi Pasar

Koperasi Pasar merupakan jenis koperasi yang anggotanya terdiri dari para pedagang pasar. Koperasi ini dapat berupa koperasi simpan pinjam yang menyediakan pinjaman untuk modal para pedagang.

Dengan adanya koperasi pasar bisa membantu para pedagang terhindar dari hutang dan bunga yang yang memberatkan mereka seperti meminjam kepada rentenir.

Namun tidak bisa di pungkiri masih banyak pedagang yang tersandung dalam pusaran para rentenir.

Maka dari itu perlunya sosialisasi agar mereka beralih ke koperasi dan tidak menjadi beban lagi untuk mereka.

  • Koperasi Sekolah

Koperasi sekolah pasti banyak ditemukan di berbagai sekolah umum pada khususnya. Anggota koperasi ini biasanya dewan guru dan juga para siswa.

Pada umumnya koperasi ini menyediakan barang-barang untuk kebutuhan sekolah seperti buku, pulpen dan lain-lain dan juga untuk menyimpan uang.

  • Koperasi Pondok Pesantren

Sama hal dengan koperasi sekolah koperasi pesantren juga koperasi yang terdiri dari para ustad dan para santri.

Adapun koperasi ini biasanya untuk menyimpan uang para santri dan guru serta koperasi juga menyediakan kebutuhan para santri.

3. Jenis Koperasi Berdasarkan Tingkatannya

Jenis koperasi berdasarkan tingkatannya terbagi menjadi dua koperasi, yaitu koperasi primer dan sekunder.

Adapun perbedaan koperasi primer dan sekunder akan di jelas sebagai berikut:

  • Koperasi Primer

Koperasi primer merupakan koperasi yang anggotanya minimal 20 orang. Syarat lain dari koperasi ini adalah orang-orang yang akan menjadi anggota harus memenuhi kriteria tertentu yang sudah di tetapkan.

Syaratnya menjadi anggotanya adalah warga negara Indonesia yang memiliki kemampuan untuk mengambil tindakan hukum.

Karena koperasi adalah sebuah badan hukum, dan pelajar tidak bisa menjadi anggota koperasi ini.

  • Koperasi Sekunder

Koperasi sekunder merupakan koperasi yang di dirikan oleh organisasi koperasi yang mana di dalamnya terdiri dari koperasi-koperasi primer.

Anggota koperasi sekunder merupakan koperasi-koperasi yang mempunyai tujuan dan kepentingan yang sama agar semua kegiatan di koperasi berjalan dengan lancar dan efisien.

4. Koperasi Berdasarkan Fungsinya

Jenis koperasi berdasarkan fungsinya ada 3 jenis koperasi, yaitu koperasi konsumsi, koperasi jasa, koperasi produksi.

  • Koperasi Konsumsi

Koperasi konsumsi adalah sebuah koperasi yang menjual segala bentuk barang yang dibutuhkan anggotanya seperti untuk kebutuhan pokok dan lain-lainnya.

Harga barang di koperasi umumnya lebih murah ketimbang harga pasaran, adapun barang yang dijual di koperasi seperti beras, gula, telur, tepung, kopi dan lain-lain.

  • Koperasi Jasa

Koperasi jasa adalah koperasi yang bertujuan untuk menyediakan segala bentuk kebutuhan anggotanya dibidang jasa seperti jasa simpan pinjam, asuransi, dan angkutan.

Dimana semua aset dan usaha koperasi juga merupakan milik anggota koperasi.

  • Koperasi Produksi

Koperasi produksi merupakan sebuah koperasi yang memiliki tujuan untuk membantu para anggotanya untuk saling bekerja sama dalam melakukan usaha atau dagang yang keuntungannya juga untuk bersama.

Ada beberapa macam koperasi produksi yang bisa dilakukan secara bersama-sama yaitu koperasi para peternak sapi, pengrajin, petani dan lain-lainnya.

Koperasi produksi membantu para anggotanya untuk usaha dan mereka juga hadir untuk memecahkan masalahnya dalam menjalani usaha.

Baca juga artikel tentang arti logo koperasi indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *