Berikut ini Faktor-faktor yang Menghambat Perdagangan Internasional

6 min read

faktor pendorong perdagangan internasional

Dalam perjalanannya setiap kegiatan perdagangan internasional selalu ada faktor pendorong dan juga penghambat dalam perdagangan internasional, namun ketika ada hambatan bukan berarti proses transaksi akan tidak terjadi begitu saja.

Sebelum membahas faktor apa saja yang menjadi hambatan dalam perdagangan internasional, ada baiknya kita mengetahui definisi dari hambatan itu apa agar nanti tidak terjadi gagal paham?

Definisi Hambatan Perdagangan Internasional

hambatan perdagangan internasional
pixabay.com

Hambatan perdagangan merupakan sebuah regulasi atau peraturan dari pemerintah yang membatasi segala aktivitas perdagangan bebas.

Hambatan perdagangan internasional mengurangi efisiensi ekonomi, karena dengan adanya hambatan tersebut masyarakat tidak dapat mengambil keuntungan dari produktivitas negara lain.

Adapun pihak-pihak yang diuntungkan dari adanya hambatan perdagangan tersebut tidak lain adalah para produsen dan juga tentunya pemerintah.

Para produsen mendapatkan proteksi dari hambatan perdagangan dan pemerintah mendapatkan penghasilan dari bea-bea yang telah mereka tetapkan, sementara masyarakat tidak mendapatkan untung sama sekali.

Argumen untuk hambatan perdagangan antara lain adalah perlindungan terhadap industri dan para pekerja lokal atau domestik, dengan tidak adanya hambatan perdagangan memungkinkan harga produk dan jasa dari luar negeri akan menurun dan permintaan untuk lokal akan berkurang.

Hal inilah yang menjadi faktor matinya industri lokal dan membunuhnya secara perlahan, adapun alasan lain yaitu untuk melindungi supaya melindungi para konsumen dari produk yang tidak pantas di konsumsi masyarakat.

Adapun hambatan di Indonesia sendiri digunakan untuk membatasi impor pertanian dari luar negeri agar para petani lokal aman dari anjloknya harga lokal.

Adapun faktor-faktor yang menghambat perdagangan internasional diantaranya:

  1. Keamanan Suatu Negara
  2. Kebijakan Ekonomi Internasional
  3. Tidak stabil Kurs Mata Uang Asing
  4. Perbedaan Mata Uang
  5. Sumber Daya Berkualitas Rendah
  6. Adanya Penerapan Tarif dan Pembatasan Impor
  7. Terjadi Perang
  8. Peraturan Anti Dumping
  9. Organisasi Daerah
  10. Kesulitan dalam Pembayaran antar Negara

Baca juga faktor pendorong perdagangan internasional

Faktor-faktor Penghambat Perdagangan Internasional

faktor pendorong perdagangan internasional
pixabay.com

seperti yang sudah di sebutkan diatas ada 10 faktor penghambat perdagangan internasional yang akan dijelaskan sebagai berikut:

  • Keamanan Suatu Negara

Faktor penghambat yang pertama adalah keamanan suatu  negara yang merupakan faktor penting dalam menentukan keberhasilan perdagangan internasional dan merupakan teori ekspor berdasarkan pendapat para ahli.

Keamanan merupakan tolak ukur bagi negara lain dalam melaksanakan transaksi, suatu negara tidak akan melakukan perdagangan internasional jika mereka merasa tidak aman, maka dari itu faktor keamanan suatu negara sangat berdampak pada sektor ekonomi.

Dengan kondisi tersebut membuat para pelaku ekonomi sangat memperhatikan faktor keamanan karena mereka tidak mau membahayakan dirinya sendiri dan juga mengamankan produknya.

Maka dari itu para pelaku ekonomi akan memilih negara-negara yang memang bebas konflik dan kondisinya stabil baik dari ekonomi maupun politik agar proses perdagangan internasional berjalan lancar dan aman.

Jadi faktor keamanan sangat berdampak dalam perdagangan internasional dan tidak aman suatu negara menjadi faktor penghambat perdagangan internasional.

  • Kebijakan Ekonomi Internasional

Setiap negara pasti mempunyai kebijakan tersendiri dalam hal perekonomian, namun kebijakan tersebut jika tidak dilakukan secara tepat berakibat pada menghambat perdagangan internasional.

Beberapa kebijakan tersebut mencakup hal perbatasan ekspor dan impor produk, penentuan ekspor dan impor yang terlalu tinggi dan biasanya birokrasi yang rumit yang sudah menjadi hal yang sering dijumpai di tanah air.

Beberapa hal tersebut membuat akan membuat para pelaku perdagangan internasional berfikir dan banyak menimbang jika akan melakukan perdagangan internasional ke negara tersebut tentu itu sangat tidak baik.

Maka dari itu setiap kebijakan harus dipertimbangkan secara matang karena kebijakan tersebut akan akan membawa poin plus dan minus, namun bisa di tebak kalau seperti itu para pelaku pasar ekonomi global akan lari dan mencari negara lain yang cenderung ramah.

Maka kebijakan ekonomi yang tak sesuai akan memiliki efek negatif untuk keberadaan sebuah negara di jalur perdagangan internasional yang pada intinya merugikan dirinya sendiri.

  • Tidak stabil Kurs Mata Uang Asing

Sudah jelas setiap negara pasti memiliki mata uang yang berbeda-beda dengan negara lainnya dan perbedaan nilai mata uang antar negara ini disebut nilai tukar.

Dengan adanya perbedaan mata uang ini atau nilai tukar akan menyulitkan para importir dan yang mengekspor dalam menentukan nilai tukar mata uang.

Kesulitan ini akan berdampak pada harga permintaan dan penawaran dalam perdagangan, hal ini akan membuat para pelaku ekonomi enggan melakukan impor dan ekspor ke luar negeri.

Nilai mata uang tidak selalu stabil adapun faktor yang membuatnya tidak stabil adalah krisis global yang memang selalu melanda apalagi akhir-akhir ini.

Dengan adanya krisis ini mengakibatkan nilai tukar tiap negara akan cenderung meningkat dan menurun secara tidak stabil.

  • Perbedaan Mata Uang

Seperti yang sudah dibahas diatas bahwa perbedaan mata uang setiap negara merupakan salah satu faktor yang menghambat perdagangan internasional dan dalam perdagangan internasional tidak ada standar nilai tukar.

Jadi ketika melakukan perdagangan internasional dan setiap transaksi mata uang negara yang satu harus di konversi menjadi nilai tukar dengan mata uang yang bersangkutan.

Ketika negara yang melakukan impor memiliki mata uang yang lebih rendah ketimbang negara yang di impor  itu merupakan sebuah inflasi, maka dari itu harus ada biaya yang dikeluarkan untuk melakukan pembayaran.

Inilah yang menghambat perdagangan internasional karena jika tidak ada nilai mata uang yang tetap maka akan merugikan negara yang mempunyai nilai mata uang rendah.

  • Sumber Daya Berkualitas Rendah

Salah satu faktor yang menggerakkan perdagangan internasional adalah keberadaan sumber daya alam suatu negara yang merupakan keunggulan setiap negara atau komoditas negara yang menjadi ciri khas negara tersebut.

Negara dengan hasil alam atau memiliki sumber daya yang melimpah akan menjadi negara yang akan dominan dan cenderung berkontribusi lebih banyak dalam perdagangan internasional dan juga menjadi negara-negara yang terampil.

Disisi lain negara yang memiliki sumber daya alam yang melimpah cenderung memiliki kemampuan untuk melakukan transaksi internasional.

Maka dari itu ketersediaan sumber daya alam akan menjadi salah satu faktor yang penghambat dalam perdagangan internasional.

  • Adanya Penerapan Tarif dan Pembatasan Impor

Setiap negara pasti berharap bahwa sektor ekspor lebih besar daripada impor namun nyatanya semua tergantung kemampuan negara tersebut dalam bersaing untuk ekspor dan itu merupakan salah satu indikator pertumbuhan ekonomi.

Sektor impor juga memberikan kontribusi dalam peningkatan penerimaan devisa serta salah satu indikator keberhasilan dalam pembangunan desa. Maka dari itu menaikkan tarif yang tinggi di sektor impor merupakan keputusan yang sangat penting bagi suatu negara.

Dengan adanya batasan sektor impor akan membuat masyarakat dapat mengkonsumsi produk lokal dan kondisi ini akan mempengaruhi pasar internasional.

Hal ini pula ini pula yang menghambat perdagangan internasional karena negara yang melakukan ekspor akan merasa keberatan dengan harus membayar lebih dan itu sangat membebani mereka.

  • Terjadi Perang

Faktor keamanan sangat diutamakan, maka dari itu kondisi suatu negara jika sedang mengalami perang akan menjadi penghalang atau menjadi hambatan dalam proses perdagangan internasional.

Adapun jika perang melibatkan banyak negara sedangkan negara tersebut sudah terbiasa melakukan kerja sama maka kerja sama yang dilakukan akan terganggu dan tentunya akan merugikan.

Tidak akan terjadi kerjasama atau perdagangan internasional jika negara bersangkutan sedang terjadi konflik dan juga kekacauan dimana-mana, kondisi tersebut akan memaksa hubungan antar negara akan terputus.

Maka bisa dipastikan jika tidak ingin proses perdagangan internasional terganggu setiap negara harus damai agar segala aktivitas mereka tidak terganggu dan tidak ada korban khususnya masyarakat.

  • Peraturan Anti Dumping

Adapun kebijakan anti-dumping merupakan kebijakan yang dilakukan untuk melindungi bisnis dalam negeri dari serangan para importir yang menyerang harga lebih murah, kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan karena akan membahayakan produk lokal.

Barang hasil impor dari luar biasanya lebih murah ketimbang barang lokal maka dari itu kebijakan anti-dumping dilakukan dengan cara menaikkan tarif bea masuk impor sehingga membebani mereka dan pada akhirnya akan merubah harga awal.

Salah satu contoh kebijakan anti-dumping adalah yang dilakukan oleh indonesia terhadap barang-barang yang berasal dari china yang masuk melalui pasar bebas dengan menekan bea masuk supaya menaikkan harga produk.

Karena produk dari china terkenal murah maka perlu kebijakan yang pas supaya walaupun produk dari tetap masuk namun produk lokal masih bisa bersaing dan mendapatkan minat dari masyarakat.

Karena kalau sampai barang lokal kalah dengan barang luar negeri bisa dipastikan yang dirugikan negara itu sendiri.

  • Organisasi Regional

Organisasi regional adalah organisasi yang tujuannya memastikan kesejahteraan para anggotanya dengan menetapkan kebijakan yang bermanfaat untuk para anggotanya terutama di bidang ekonomi.

Sementara negara-negara yang diluar dari organisasi biasanya mereka akan merasa kesulitan dalam melaksanakan kebijakan, karena walau bagaimanapun ini pasar kita harus punya wadah agar punya kekuatan.

Sebagai contohnya di asia tenggara sendiri ada forum ASEAN yang menghimpun negara-negara asia tenggara yang meliputi atau mengatur sektor-sektor sentral seperti ekonomi, politik, sosial, budaya serta pendidikan.

Kondisi ini akan saling menguntungkan namun jika tidak memiliki organisasi maka tidak akan ada nota satu pemahaman yang nantinya akan saling menguntungkan.

  • Kesulitan dalam Pembayaran antar Negara

Namanya juga perdagangan internasional pasti uang yang beredar tidaklah sedikit pasti dengan nominal yang harus dibayarkan sangat besar.

Tidak akan mungkin jika uang dengan nominal besar pembayarannya dilakukan secara tunai, tentu memiliki resiko yang besar dan untuk saat ini tidak mungkin pembayaran secara tunai dilakukan.

Oleh karena itu pembayaran dilakukan melalui kliring internasional, transfer telegraphic, atau melalui L/C. Dengan begitu para pelaku pasar global akan merasa aman ketika melakukan transaksi.

Baca juga pengertian manajemen pemasaran menurut para ahli

Dampak Negatif Perdagangan Internasional bagi Perekonomian Indonesia

dampak negatif perdagangan
pixabay.com

Setiap bentuk kerja sama baik sekala besar seperti perdagangan internasional yang bentuk kerja sama itu baik bilateral, multilateral pasti memiliki dampak positif dan dampak negatif.

Kali ini kita akan membahas dampak negatif dari perdagangan internasional bagi perekonomian Indonesia.

Dampak Negatif Perdagangan Internasional

Berikut ini beberapa dampak negatif dari perdagangan internasional:

  • Kelangsungan Hidup Produk dalam Negeri Terancam

Dengan adanya perdagangan internasional praktis membuat produk dalam negeri mudah masuk keluar negeri yang nantinya menghasilkan keuntungan yang lebih namun dibalik itu semua produk luar negeri juga mudah masuk ke dalam negeri.

Sudah bisa di tebak bahwa produk dalam negeri ketika di hadapkan dengan produk dalam negeri akan kalah bersaing karena produksi yang modern membuat produk dalam negeri kalah saing di pasaran.

Hal ini pula yang akan berdampak pada kelangsungan produk dalam negeri maka perlunya pembatasan impor untuk menjaga produk serta dampaknya ke masyarakat kecil juga.

  • Pasar Produk dalam Negeri Menyempit

Dengan mudahnya keluar masuk produk terutama produk luar yang terus berlangsung akan terus menggerus pasar dalam negeri, sehingga pasar dalam negeri akan dikuasai oleh produk luar negeri dan produk dalam negeri tidak laku di pasaran.

Hal ini sangat berbahaya bagi kelangsungan produk dalam negeri haruslah ada pengawasan dan juga kebijakan pemerintah untuk memantau serta memastikan supaya produk dalam masih bisa tetap eksis di pasaran.

  • Industri dalam Negeri Hancur

Perdagangan internasional membuat produk luar masuk ke dalam negeri dengan kualitas yang berbeda dengan hasil produksi dalam negeri serta bagi industri kecil yang kemampuannya modalnya kecil ini merupakan ancaman serius.

Dampaknya akan banyak perusahaan kecil akan tutup dan bangkrut karena tidak bisa bersaing produk mereka tidak laku di pasaran, maka perlunya pencegahan dari pemerintah untuk melindungi produksi dalam negeri dari serbuan produk-produk luar negeri.

  • Pengangguran Meningkat

Dampak dari produk luar masuk adalah kalah bersaing para perusahaan di dalam negeri sehingga akhirnya gulung tikar dan berdampak pada banyaknya pengangguran karena perusahaan tempat mereka bekerja tutup.

Akan banyak pemutusan hubungan kerja sehingga pengangguran meningkat dan daya beli masyarakat menjadi rendah tentu ini sangat merugikan dan perlunya pengawasan dan tindakan nyata dari pemerintah dalam menanggulangi berbagai hal ketika banyak pengangguran.

  • Utang Luar Negeri

Dalam perdagangan internasional apabila ekspor lebih kecil daripada impor akan berakibat pada utang luar negeri yang meningkat untuk menutupi kekurangan biaya.

Sedangkan pembayaran hutang luar negeri tersebut menggunakan devisa, apabila devisa terganggu atau berkurang maka perekonomian juga akan terganggu.

Baca juga teori perdagangan internasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *