Pengalaman Bisnis

3 min read

pengalaman bisnis

Pada kesempatan kali ini saya akan menceritaka pengalaman berbisnis saya dimulai saya kecil sekarang kurang lebih berumur 25 tahun.

Banyak sekali pengalaman berbisnis namun saya akan merangkumnya saja dengan 1000 kata lebih, karena yang kecil-kecil saya tidak catat. Semua yang ada disini cuman sebgaian saja yang ingin saya ceritakan, ok langsung saja dimulai dari :

Berbisnis

anak bisnis
chiefexecutive.net

Bisnis adalah usaha mejual barang atau jasa yang bisa dilakukan oleh perorangan atau kelompok bisa juga oleh anak kecil seklipun. Waktu kecil saya sudah diajari bisnis yaitu di suruh menjual kelilingkan barang seperti jagung rebus kadang sayur-sayuran dan buah-buahan.

Kadang kalau nenek berjualan di pengajian suka disuruh nunggu dagangan dengan nanti dikasih imbalan sebesar 1000 rupiah persekali nunggu. Uang Segitu dulu sangat besar ketika taun 2000an dan waktu itu saya masih kecil masih Sekolah Dasar, saya melakukan itu sampai lulus SD.

Jiwa bisnis sebenarnya adalah turunan karena Ibu dan Juga Ayah pebisnis atau berjualan bahkan kakek nenekpun begitu punya warung. Jadi wajar darah bisnis mengalir dalam diri saya hingga membuat saya malas untuk bekerja ke orang lain meskipun sekarang mempunyai gelar Sarjana Ekonomi.

Ketika kuliah saya disuruh mengambil jurusan pendidikan namun karena ingin jadi pebisnis saya akhirnya mengambil jurusan Manajemen SDM.

Menjual Petasan Kembang Api

Jual kembang api
bontangpost.id

Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah tidak terkecuali siapapun begitupun untuk saya kalau bulan selalu petasan untuk anak-anak. Biasanya sebelum bulan Ramadhan datang saya sudah mulai belanja dan menyetok barang untuk nantinya tidak kehabisan barang kalo laris.

Meyetok karena rumah yang jauh dari tempat membeli barangnya itu jauh harus ke kota sedangkan saya berada di kampung pedalaman. Jadi kalau belanja sekalian banyak untuk beberapa minggu karena nanti kalau habis barang repot ongkos dari rumah ke kotanya lumayan mahal.

Adapun keuntungan dari berjualan petasan dan kembang api ini lumayan untuk satu bulan itu bisa mencapai dua juta dengan ada barang sisa. Belum dihitung dengan biaya sehari-hari yang suka memakai uang dari hasil jualan itu, jadi lumayanlah dari hasil penjualan itu cukup.

Bagi seorang remaja buat saya waktu uang segitu cukup untuk beli ini itu, namun ya belum bisa menabung karena merasa bisa mancari lagi nanti. Pada intinya ketika lebaran bisa membeli baju baru, koko, sarung dan ada untuk liburan setelah lebaran nanti main ke pantai.

Namun kesini-sini banyak saingan yang berjualan petasan dan kembang api dan saya juga sudah mulai kuliah jadi bisnis itu ditinggalkan.

Conter Handphone

conter Hp
proklamatornews.com

Saya menjalankan bisnis Conter HP sekitar tahun 2013 waktu itu baru lulus SMA, karena bingung mau ngapain yasudah saya bisnis. Karena waktu itu belum ada conter di sekitar kampung cuman ada di kampung sebelah, saya pun kalau membeli pulsa suka kesana.

Melihat peluang itu saya memberanikan diri membuka conter dengan meminta uang kepada orangtua dan orangtua pun ngasih tanpa tapi. Setelah ada dana dan izin orangtua akhirnya saya membuka conter di depan rumah dengan merenovasi kamar saya yang kebetulan dipinggir jalan.

Alhamdulillah setelah selesai di renovasi conternya bisa di buka dan berjalan beberapa bulan akhirnya conternya di tutup karena sesuatu. Sesuatu itu adalah karena jenuh di kampung terus jadi ingin mencoba hal baru bisnis dikota namun

“Maksud hari memeluk gunung apadaya tangan tak sampai”

Semula berniat bisnis karena bingung bisnis apa akhirnya bekerja itupun cuman bertahan selama enam bulan karena tidak betah sampai kurus.

Bisnis Gorengan

jual gorengan
myeatandtravelstory.wordpress.com

Selepas bekerja yang hanya sebulan itu, saya kembali memulai bisnis yaitu berjualan gorengan di Cimahi tepat depan kampus STKIP Pasundan. Berjualan di sana atas rekomendasi teman yang berkuliah di sana, dia menyarankan agar berjualan gorengan karena gorengan sangat katanya.

Taman saya itu memberi tahu bahwa berjualan gorengan dikampus sangat laris karena sudah jadi makanan pokok mahasiswa disana khususnya pria. Bersumber dari saran tadi itu saya memberanikan diri berjualan gorengan walapun tidak tahu bagaimana resep gorengan seperti apa.

Teringat kakak dari ibu yang bisa membuat gorengan akhirnya saya meneleponnya dan meninta resep dari beliau hingga dijelakan caranya. Setelah mengetahui resepnya saya selanjutnya membeli peralatan seperti katel, sepatula, baskom, penjepit,  dan  lain-lain untuk percobaan.

Selanjutnya ke pasar untuk membeli bahn-bahan seperti tepung terigu, minyak, wortel, engkol, bawang dan bumbu lainya yang diperlukan. Setelah semuanya terkumpul lalu saya membuat percobaan membuat gorengan bakwan, goreng pisang, gehu, keroket dan lain-lainnya.

Alhamdulillah semua percobaan berhasil dan beberapa hari kemudian mencari lokasi yang strategis untuk dijadikan berjualan gorengan tersebut. Mendapatkan informasi didepan warnet di dekat kampus SKIP Pasundan ada yang menyewakan tempat untuk jualan dan ternya ibu kosan teman.

Tanpa Basa-basi langsung saja menghampiri ibu kosan temen itu dan ternyata beliau sangat baik mempersilahkan asal mengajarkan mengaji. Sempat kaget juga tapi setelah di fikir-fikir kesempatan langka bsa dapat tempat gratis sama pahala juga dan akhirnya menerima tawaran tersebut.

Setelah pertemuan kemarin saya mulai beres-beres dan malamnya biasa mengajar si ibu mengaji dan tidak berselang lama mulai berjualan. Hari pertama alhamdulillah ada yang terjual meski ada sisa tapi tidak apa-apa tidak akan basi masih di simpan di kulkas besok di goreng lagi. Beberapa hari kemudian ketika itu saya sedang pulang dulu ke Cianjur lalu ada pesan dari teman saya agar membereskan barang-barang saya.

Bisnis Skripsi

Bisnis Skripsi
pinterest.com

Seketika saya kaget ko sampai begitu dan teman sayapun tidak menjelaskan secara detail bagaimana obrolanya cuman bilang udah biarin. Setelah semua yang terjadi akhirnya saya masuk perguruan tinggi tepat masuk Universitas Islam Negeri Sunan gunung Djati Bandung.

Alhamdulillah saya keterima disana di jurusan Manajemen fakultas Ilmu Sosial dasn ilmu Politik, saya masuk pada tahun 2014 selesai 2018. Selama kuliah tidak ada niatan untuk bisnis skripsi namun setelah berbagai sesuatu terjadi ketika di semester akhir saya faham tentang skripsi.

Skripsi yang tadinya bingung harus bagaimana namun setelah di youtube, sering ke perpustakaan dan menanyakan ke senior di kampus. Alhamdulillah bisa faham dan bermanfaat dengan membantu skripsi teman-teman hingga menjadi sebuah bisnis karena dari mulut ke mulut.

Bahkan ketika lulus kuliah pun saya tidak langsung bekerja tapi mengerjakan orderan skripsi-skirpsi yang hasilnya cukup lumayan untuk makan. Hampir dua tahun saya berkecimpung dengan skripsi sampai akhirnya jenuh karena harus duduk dikosan mengerjakan skripsi itu tidak keman-mana.

Walaupun sebernanya itu sumber penghasilan tapi kalau tidak semangat lagi dan juga kadang tidak ada job akhirnya memutuskan untuk berhenti. Setelah berhenti bingung mau melakukan apa lagi walaupun sebenarnya masih ada yang suka ngontak menanyakan tentang jasa skripsi.

Namun saya bilang sudah pengsiun karena akan pergi ke jawa timur untuk menuntut ilmu, oh iya jasa skripsi itu harganya 500 ribu perbab. Namun kalau ada yang minta full saya menghargainya 2,500 ribu sampai 3 juta lumayan untuk sekali job itu namun keputusan sudah bulat. Sekarang saya sudah di jawa timur dan benar-benar off dari dunia skripsi dan fokus belajar di sini di pondok Sintesa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *