Pengalaman Berkunjung Ke Baduy Dalam

3 min read

Kampung Baduy

Pada awal tahun 2020 saya berkunjung ke  berkunjung ke Baduy dalam  di wilayah Banten dan kali ini saya akan menceritakannya.

Menurut Wikipedia Suku Baduy merupakan kelompok etnis masyarakat adat Banten di wilayah Kabupaten Lebak Banten. Populasi mereka sekitar 26.000 orang, dan mereka merupakan salah satu suku yang mengisolasi diri mereka dari dunia luar.

Selain itu mereka juga memiliki keyakinan tabu untuk didokumentasikan, khususnya penduduk wilayah Baduy Dalam.

Berkunjung ke Baduy Dalam

Orang Suku Baduy Dalam
goodnewsfromindonesia.id

Pada tanggal 23 Januari 2020 saya berangkat dari rumah dengan membawa sepeda motor untuk pergi ke cianjur. Nanti dicianjur motor itu akan saya simpan dirumah teman yang bernama Erwan dan diapun ikut dalam acara explore Baduy tersebut

Rencananya yang akan di lakukan pada tanggal 25-26 januari 202, diperjalan kerumah Erwan saya menjemput teman yang bernama Miftah. Karena rencananya kami bertiga akan berangkat ke jakarta besok pagi, Jadi menginap terlebih dahulu semalam dirumah erwan.

Besok Pagi tepatnya tanggal 23 pukul 08:00 WIB kami berangkat ke jakarta menggunkan Bus Marita dan nanti dijakarta. Kami juga akan menginap di salah seorang teman ketua Explore Cianjur Selatan Saudara Ruslan Sujana sekaligus titik kumpul.

Kami berangkat dari Jakarta sekitar 14 orang semuanya adalah member dari ECS yang explore baduy ini adalah agenda lama yang baru terlaksana. Ada beberapa transportasi yang mesti kami naiki jika ingin sampai ke Baduy diantaranya :

Naik Kereta

naik kereta api
id.wikipedia.org

Transportasi pertama yang harus kita naiki aadalah kereta, kami naik dari stasiun senen pada pukul 07:00 dengan estimasi 2 jam perjalanan. Kami membeli tiket dengan harga kurang lebih 18.000 dengan nanti ada kembalian 10.000 jadi sekitar 8.000 rupiah untuk sampai ke terminal banten itu.

Setelah membeli tiket lantas kami menunggu kereta, dalam benak kami keretanya akan kosong bisa duduk dengan nyaman bisa tidur.

Tapi ternyata penuh kami berdiri dari jakarta sampai banten, wow mantap sekali.

Dikarenakan kami seorang pendaki jadi gapaplah sudah biasa berdiri meski agak pegel dan ingin duduk juga. Tapi kami obati dengan ngobrol sepanjang perjalanan supaya tidak terlalu kerasa perjalanan ini kalau sambil mengobrol.

Tidak terasa sambil asik mengobrol dan juga bercanda sampe bikin berisik di gerbong itu agak malu juga tapi dalam hati biarin aja gak pada kenal ini. 2 jam berlalu dan kami akhirnya turun dari kereta lalu mencari warung nasi untuk mengisi perut karna belum sarapan dari pagi.

Naik Elp

angkutan umum
mollymilkyme.blogspot.com

Sambil mencari makanan untuk makan siang kang Ruslan juga sambil mencari sewaan Elp untuk mengantarkan kami ke Baduy. Selang makan dan cuci muka kami langsung bersiap-siap karena tumpangan untuk ke Baduy sudah siap berangkat dan kang ruslan juga sudah mewanti-wanti.

Kami disuruh cepat-cepat karena takut keburu hujan juga karena perjalanan ke Baduy lumayan jauh sekitar 2 sampe 3 jam. Namun ternyata tidak sampai 2 jam karena mobil yang kami tumpangi menggunakan nos sehingga ngebut dan cepat sampai.

Tapi bagi yang tidak terbiasa naik mobil seperti itu bisa-bisa muntah karena cepat dan juga jalannya yang berkelok-kelok. Sebagai informasi juga biaya sewa mobil elp untuk sekali berangkat yaitu kisaran 400-500 ribu jika lebih dari itu jangan mau.

kemarin kami hanya 800ribu pulang pergi karena proses nego yang alot tapi Alhamdulillah bisa turun 200 ribu untuk makan-makan. Ketika Sampai ke gerbang baduy luar kami langsung disambut oleh orang baduy yang memang akan mengantarkan kami.

Namanya kang sapri dan beliau juga yang nantinya akan menemani perjalanan sekaligus nanti rumahnya akan jadi penginapan kami. Sekitar pukul 11.00 WIB kami bersiap untuk melanjutkan perjalanan ke Baduy Dalam dengan melewati perkampungan baduy Luar.

Mulai Berjalan

menuju baduy luar
From Galery

Ketika Matahri sedang trik-triknya kami mulai berjalan melewati perkampungan Baduy Luar dan banyak sekali orang yang barlalu lalang. Karena memang lagi weekend dan juga lagi musim durian sehingga wisatawan banyak yang berburu Durian.

Durian yang dijual di Baduy sangat murah karna memang pohonnya juga sangat melimpah hampir si setiap jalan ada pohon Durian. Perkara juga tidak di ragukan lagi karna langsung dari pohonnya dan masih segar-segar tidak seperti yang dijalan raya.

Dalam perjalanan tak terasa yang tadinya matahari yang trik kini mulai mendung tanda-tanda hujan akan turun membasahi tanah Baduy. Benar saja tak selang beberapa lama hujan turun untung kami sudah persiapan membawa jas hujan yang dari Alfamart.

Walaupun tapi Alhamdulilllah bisa melindungi kita dari hujan tidak terlalu basah dan tidak menggangu perjalanan kami. Dalam kondisi Hujan Kami melanjutkan perjalanan karena takut kesorean sampai ke Baduy dalamnya nanti tidak bisa menikmati alam sekitar.

Kampung Terakhir

Kampung Baduy
From Galery

Sampailah kami dikampung terakhir sebelum perbatasan Baduy luar dan Baduy dalam dan ini biasanya spot poto untuk Instagram. Disini kamu berphoto-photo terlebih dahulu sebelum nanti di perbatasan di matikan segala jenis elektronik utamanya HP dan Kamera.

Lalu kami melanjutkan perjalanan kembali karena Baduy dalam masih lumayan jauh menurut kang Sapri jadi kami agak bergegas. Dari Kampung terakhir sekitar setengah jam jalan kaki akhirnya kami sampai di satu jempatan yang lumayan panjang.

Jembatan Perbatasan

Batas Baduy Luar dan Dalam
From galery

Inilah jembatan perbatasan antara Baduy luar dan Baduy dalam sekaligus batas suci semua Hp dan Kamera wajib mati disini. Kami berphoto terlebih dahulu sebelum mematikan HP karena untuk pulang belum tentu masih ada batre karena tidak listrik juga.

Jadi kami agak santai disini berphoto ria sebelum melanjutkan perjalanan menaiki bukit menuruni lembah yang melelahkan jiwa raga. Tidak seperti naik gunung yang kalo naik terus naik turun terus turun ini kadang naik kadang turun jadi membuat kami kelelahan.

Dan banyak sekali anak kecil yang berjualan minuman yang harganya lumayan wow tapi banyak yang beli karna kehausan dan butuh air. Anak kecil yang berjualan itu mereka yang dari suku Baduy luar sengaja membawa minuman itu dengan menggunakan ember dan baskom.

Beberapa jam kami berjalan akhirnya sampai ke Baduy dalam yang jauh dari keramaian jauh dari polisi eh polusi sangat asri nan bersahaja.

Hanya Untuk Di ingat

Bersama kang sapri
From galery

Ketika sampai kami hanya menikamti semua keindahan keaneka ragaman yang ada disana tanpa bisa mengabadikanya dengan photo. Tapi suasana disana masih terngiang dan membuat kami rindu ingin kembali lagi kesana menikmati keasrian disana dan semua yang ada disana.

Pastinya kami akan kesana lagi akan berkunjunga ke Baduy Dalam lagi dengan jalan yang berbeda karna kami ingin melewati jembatan akar yang viral. Mungkin nanti ketika musim Durian lagi karna disana murah-murah dan enak tidak kalah dengan durian montong yang mahal.

Insyaallah taun depan kami akan kesana lagi kalau ada waktu dan kesempatan dan tentunya uang juga itu yang paling penting sih. hehe

Sekian cerita dari Baduy sampai jumpa di cerita baduy taun depan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *