Pengalaman Merantau

3 min read

Merantau lintas desa

Pada artikel pengalaman yang terakhir ini saya akan menceritakan pengalaman-pengalaman saya merantau dari mulai kecil hingga sekarang. Pengalaman merantau saya tidak banyak namun apasalahnya pengalaman merantau yang sedikit ini saya ceritakan untuk umum.

Berikut beberapa pengalaman saya merantau dari mulai saya sekolah Menengah Pertmam sampai dengan lulus Perguruan Tinggi let’s cek this out.

Merantau

perantau
histori.id

Merantau adalah perginya seseorang dari tempat asal dimana dia tumbuh besar ke wilayah lain untuk menjalani kehidupan atau mencari pengalaman hidup atau pengalaman usaha.

Belum tentu semua orang pernah merantau, ada yang semassa hidupnya tidak keluar dari kampung halamannya ada yang dari kecial sampai sekarang belum pernah merantau setiap orang punya ceritanya masing-masing.

Biasanya orang yang merantau itu untuk menuntut ilmu, mancari pekerjaan atau memang sebuah tuntutan yang membuat dia harus keluar kampung. Merantau itu ada yang memang atas keinginannya sendiri adapula yang terpaksa harus merantau karna tugas atau dinas.

Pada intinya merantau adalah keluarnya seseorang dari kampung halamannya baik untuk bekerja  atau sekolah atau mencari pengalaman dengan catatan dia menginap atawa tinggal beberapa bulan atau tahun bukan sehari.

Merantau Lintas Desa

Merantau lintas desa
kompasiana.com

Pada tahun 2010 ketika saya duduk di bangku kelas 3 SMP umur 15 tahunan, mungkin itu menjadi awal pertama merantau. Waktu itu kenapa merantau karena lelah hampir tiap hari harus bulak-balik sekolah kadang kehujanan kadang ban motor kempes.

Akhirnya memutuskan untuk modok di dekat sekolah karena dekat ke Ujian Nasional juga jadi santai walau pulang malam juga. Uang jajan untuk seminggu dulu di kasioh 25.000 rupiah dan beras 3 liter, uang 25.000 tersebut sekalian untuk makan juga.

Uang segitu dulu lumayan besar tapi dibilang besar enggk juga kalau harus untuk makan dan jajan belum keperluan lain-lain. Alhmdulillah cukup kalau di syukuri dan tidak di hambur-hamburkan untuk keperluan yang tidak perlu, jajan secukupnya saja yang penting makan kenyang dan banyak nasinya daripada lauknya.

Merantau disitu kurang lebih satu tahun sampai dengan lulus SMP, tadinya mau melanjutkan SMA di situ namun setelah beberapa pertimbangan. Akhirnya memutuskan untuk melanjutkan SMA di Cianjur Kota lauma jauh yaitu di SMA PLUS AL-ITTIHAD yang juga sekolah berbasis pesantren.

Merantau Lintas Kecamatan

Boarding School
laduni.id

Pada pertangahan tahun 2010 saya mendaftarkan diri ke SMA PLUS AL-ITTIHAD dan alhamdulillah diterima kemudian bersiap-siap karena harus menyiapkan segala sesuatunya karena disana akan mondok selama 3 tahun sampai lulus SMA.

Sekitar bulan Juli saya mulai bersekolah di sana namun padal awal-awal saya merasa tidak betah ingin pulang begitupun yang lain.

Bahkan teman-teman saya banyak yang berguguran satu persatu mulai keluar hampir 25% pada keluar karena memang mereka asal bukan perantau tapi anal rumahan biasanya bebas ngapain aja sedangkan ini harus dikurung selama 24 jam full.

Meski begitu kebanyakan diantaranya kuat-kuat dapat menahan rasa ingin keluarnya dapat mengatasi rasa tidak betahnya, dan pada akhirnya menjadi betah. Ketika sudah betah sayapun jarang ijin pulang bahkan sampe puasa dan lebarannya di sana, karena sekolah di sini keinginan sendiri.

Waktu begitu capat berlalu hingga 3 tahun pun berlalu dan pada akhirnya saya harus melangkah kembali melanjutkan perjalanan yang pada saat itu tidak tahu harus kemana, karena tidak ada niatan melanjutkan ke tingkat universitas tapi ingin jadi Polisi.

Namun kadang apa yang kita harapkan tidak semua akan jadi kenyataan padahal sudah usaha semaksimal mungkin namun takdir berkata lain.

Saya harus mengubur mimpi saya menjadi seorang polisi, meski pada saat itu merasa down dan tidak tahu melakukan apa namun tibs-tiba orangtua menyarankan untukm kuliah saja dan mengambil jurusan pendidikan supaya menjadi guru.

Orangtua berharap saya menjadi guru dan menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS), namun saya tidak keinginan menjadi guru.

Merantau Tingkat Kota/Kabupaten

Merantau jauh
up45.ac.id

Setelah menerima tawaran untuk kuliah dari orangtua namun tidak mengambil jurusan yang seperti beliau sarankan saya akhirnya lebih melilih mengambil jurusan Manajemen SDM  sesuai yang saya inginkan.

Saya kuliah di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati yang berada di kota Bandung, awal masuk sekitar pertengahan bulan kira-kira bulan septemberan, waktu itu saya mengambil jalur mandiri yaitu seleksi tes tulis.

Alhamdulillah saya keterima sesuai dengan pilihan pertama saya yaitu jurusan manajemen waktu itu pilihan keduanya Administrasi publik. Adapun pilihan ketiganya Psikologi dan alhamdulillah pilihan pertama yang di terima, setelah diterima karena posisinya jauh sekitar 6 jam perjalanan.

Awalnya saya ingin kuliah sambil mesantren namun orangtua tidak mengizinkan karena alasan biar focus kuliah dan juga supaya barang-barang aman tidak ada yang hilang karena pengalaman kemarin mesantren banyak barang-barang yang hilang seperti sepatu, jaket, sendal dan lain-lain.

Akhirnya saya mencari kosan alhamdulillah dapat dengan durasi kontrak 1 tahun dengan harga 4 juta rupiah plus listrik Rp.500 ribu. Kosan itu saya isi berdua dengan saudara jadi total kosan itu karena di berdua jadi 4,5 juta setahun plus listrik.

Uang 4,5 juta itu sudah termasuk biaya listrik dan juga sampah adapun yang lain-lainya di tanggung sendiri, dan hampir tiap tahun saya selalu pindah kosan sampai selesai kuliah pada bulan mei 2018 saudara saya lulus terlebih dahulu pada taun 2017.

Alhamdulillah saya lulus dengan mendapatkan gelar Sarjana Ekonomi (SE), setelah lulus saya tidak kemana-mana masih di Bandung sekitar 1 sampai 2 tahun.

Merantau Lintas Provinsi

Merantau lintas provinsi
Sumber : Galeri

Saya di Bandung sekita 6 tahun dari tahun 2014 sampai kemarin awal tahun2020 karena ada sesuatu yang ingin saya capai maka dari itu saya meninggalkan kota Bandung meskipun berat rasanya namun ini sudah keputusan saya demi menggapai cita-cita.

Teman-teman dan saudara yang menyayangkan kenapa tidak bekerja saja karena sudah punya gelar ini malah jauh-jauh hanya untuk mesantren saja. Namun di balik mesantren itu sebernya saya sedang belajar menjadi seorang pebisnis ini menurut saya perkuliahan sebenarnya daripada kuliah kemarin.

Kuliah kemarin hanya menghamburkan uang namun kurang praktek jadi tidak maksimal kalau disini kita benar diajarkan untuk jadi pebisnis tidak banyak teori namun real dapat menghasilkan uang dan banr-benar menjadi pebisnis bukan karyawan.

Alasan saya kesini adalah karena saya ingin menjadi pebisnis bukan pekerja maka dari itu saya memberanikan diri kesini walaupun minjam. Maksud dari mimjam diatas adalah karena ada biaya registrasi jadi mengharuskan mengeluarkan uang sekitar 7,5 juta sedangkan saya tidak punya uang segitu maka dari itu saya memimjam kepada teman sebesar 5 juta rupiah.

Saya berani memimjam uang dari teman dengan jumlah yang lumayan besar itu karena saya yakin dapat mengembalikannya bahkah bisa melebihinya. Sekarang saya masih di sini di Jawa Timur tepatnya di Kabupaten Magetan durasi saya disini sekitar 11 bulan masih lama.

Namun dengan berjalannya waktu dan berbagai kesibukan saya rasa waktu 11 bulan tidak akan terasa lama apalagi kalau sudah betah. Syukuri dan nikmati setiap prosesnya insyaallah semua akan terasa cepat, ringan, lepas tanpa ada beban dan tentunya bertawaqal kepada Allah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *