Pengalaman Pertama Naik Gunung

3 min read

Bikin Candu

Dunia pendakian atau naik Gunung yang kini tengah marak baik di kalangan orangtua khususnya remaja dengan Existensinya di Sosial Media.

Kali ini saya akan menceritakan pengalaman pertama saya ketika naik gunung yang ingin saya bagikan.

Naik Gunung

Naik gunung gede
From Galery

Waktu itu sekitar tahun 2015 ketika saya masih kuliah ada seorang teman mengajak naik gunung ke saya dan temen-temen. Karena letak gunungnya tidak jauh dari kampus sekitar 20 manit dengan naik motor, waktu yang ikut hampir setengah kelas.

Berkisar 18 orangan cewe dan cowo, hampir semua yang naik gunung itu pemula kecuali satu cewe yang bernama Cindia Kurniati. Dia memang seorang pendaki karena rumahnya juga tidak terlalu jauh dari gunung, nama gunungnya adalah gunung Manglayang.

Letaknya di daerah Kota Bandung dan sebagian ada yang ke Kabupaten sumedang, gunung ini adalah gunung pertama yang saya daki.

Salah Kostum

kostum naik gunung
From Galery

Sudah bisa ditebak ketika pendaki pemula naik gunung pasti bakal salah kostum, ingin gaya tapi gatau gaya naik gunung. Waktu itu menggunakan sepatu yang biasa dipakai naik motor, memakai celana lavis pake kaos olahraga lalu jaket tebal yang dari Cimol.

Bahkan ada temen yang memakai sepatu sneakers dan cuman membawa jaket tipis aja, ya karna kurang pengetahuan. Tapi temen-temen yang membaca artikel ini diharapkan membaca panduan pendakian atau SOP pendakian supaya aman.

Karna kalau kita tidak memperhatkan standar keamanan naik gunung yang rugi kita juga karna naik gunung bukan rekreasi atau piknik. Perlu banyak hal yang harus diperhatikan agar selamat, karna banyak kejadian baru-baru ini pendaki yang kena Hipo sampai meninggal.

Kalian tidak ingin hal seperti itu terjadi pada kalian kan, maka dari itu baca baca dikit tentang pendakian atau banyak di Youtube.

Sekarang semua informasi tentang pendakian banyak di youtube kalian bisa belajar dimana SOP pendakian bagaimana.

Peralatan Serba Minjam

Peralatan gunung
ladyonarock.com

Setiap pendakian tentunya kita harus mempunyai peralatan pendakian seperti Sleepingbag, carriel, matras, Headlamp dan lain-lain. Namun kenyataannya hanya beberapa pendaki saja yang mempunyai peralatanya sisanya pada minjam dan menyewa ke tempat Rental.

Saya dulu ketika pertama naik gunung hampir semua peralatan yang saya pakai adalah hasil nyewa, karena saya belum punya peralatan. Hampir semua pandaki pemula mereka tidak punya peralatan bahkan untuk sepatu sekalipun minjam tentunya yang lainya juga pasti minjam.

Namun lebih baik minjam daripada memakai peralatan seadanya yang nantinya malah membahayakan diri sendiri keluar 100-200 ribu tidak apa-apa. Nyawa lebih berharga ketimbang uang, uang masih bisa di cari namun nyawa kalau sudah mati ya mati tidak akan bisa hidup lagi.

Bahkan saya sendiri pun sampai sekarang masih suka minjam ke teman atau ngerental ke tempat outdoor karna memang tidak punya. Beberapa peralatan punya namun seperti tenda, flysheet saya belum punya jadi ketika mau naik gunung pasti minjam ke tempat rental.

Eksistensi

Existensi Medsos
Sumber : From Galery

Semua pendaki pasti menginginkan sampai ke puncak entah itu puncak gunung atau puncak pelaminan. hehe

Pertama naik gunung saya merasakan kelelahan karena nanjak terus dan merasa cape tapi malu juga mau bilang ke temen-temen tuh.

Saya juga mengira mereka juga pada lelah namun sama seperti saya tidak ingin yang lain tahu kalau kita sedah lelah biasa gengsi. Padahal kalo lelah dalam pendakian harus bilang jangan dipendam karena litu wajar dan jangan memaksakan diri berbahaya bisa-bisa tidak sampai puncak.

Puncak memang menjadi tujuan utama meskipun harusnya tujuan utama adalah bisa kembali pulang namun ketika sampai ada kepuasa tersendiri. Selain Puas dan bahagia tentunya sampai puncak ada kesan tersendiri apalagi untuk mengisi galeri HP untuk nantinya di upload di Medsos.

Media Sosial tentunya salah satu tujuan dari naik gunung itu sendiri karena ingin memberitahu bahwa dia seorang pendaki dan pernah nai gunung ini itu. Begitupula dengan saya waktu itu banyak poto di upload baik di Facebook, Instagram dan Story WA dan sampai sekarang juga masih sih. Hehe

Eksistensi tidak di larang selama tidak berlebihan atau memang sengaja di lebih-lebihkan karena ingin di puji ingin banyak like dan komen. Sekarang naik gunung menjadi kegiatan yang marak dilakukan khususnya remaja karena memang mereka terinspirasi dari film-film dan chanel youtube.

Contoh film yang mengisnpirasi untuk naik gunung adalah 5 cm, film itu sangat berdampak baik dan buruk bagi para penontonnya, kenapa baik dan buruk. Karena film mengajak untuk mencintai alam melestarikan alam bagaimana pertemanan ketika di gunung namun ada dampak buruk juga buat alam.

Adapun dampak buruknya adalah Berbondong-bondongnya para pendaki pemula yang tidak tau SOP pendakian dan tidak tau caranya mencintai alam.

Para pendaki pemula tersebut kebanyakan ya membuang samapah sembarangan, Vandalisme, mengotori sumber air, menebang pohon untuk api unggun.

Candu

Bikin Candu
Sumber : From Galeri

Sadar atau tidak sadar setelah pendakian pertama itu membuat saya ingin mendaki lagi ada sesuatu yang rindukan dari alam entah suasananya atau semua yang ada di dalamnya.

Padahal naik gunung itu cape sangat cape namuan tetap ingin cape-capean lagi tidak ada kapok-kapoknya meski pernah jatuh tidak bisa tidur juga. Namun semua itu menjadi kenangan tersendiri juga yang membuat saya ingin kembali ke gunung, bisa dilihat sekarang dari seorang publik figure Fiersa Besari.

Beliau sekarang kembali ke gunung dan meninggalkan dunia musiknya padahal sedang naik daun tapi beliau rela meninggalkan ketenarannya demi gunung dan alam.

Meskipun begitu beliau masih tenar di Youtube chanelnya dan masih menghasilkan dari situ dan juga di seponsori perjalananya itu oleh Eiger Adventure.

Bergabung Dengan Komunitas

Bergabung dengan komunitas pecinta alam
Sumber : From galery

Waktu itu sebelum puasa ada  teman mengajak naik gunung Gede pangrango, namun dia menuturkan bahwa kita akan ikut Open Trip. Ternyata komunitas dia yang mengadakan Open Trip tersebut lantas saya menyetujui dan ikut naik pada bulan mei tepat seminggu sebelum puasa.

Kemudian kami naik dan ketika naik itu ternyata banyak yang saya kenali yaitu teman-teman waktu sekolah di MTs Al-Manshuriyah. Adapun setelah pendakian itu mereka mengajak yasudah gabung saja dengan komunitas ini komunitas ini wellcome siapa saja boleh ikut katanya.

Setelah beberapa pertimbangan karena saya juga sedang kuliah dibandung sedangkan komunitas itu di Cianjur akhirnya saya mencoba masuk. Masuk komunitas Explore Cianjur Selatan itu sekitar bulan juni setelah lebaran sampai sekarang alhamdulillah dan menjadi pengurus juga.

Mulai pengurusan sekitar awal tahun 2020, alhamdulillah saya diberi amanah sebagai tim dokumentasi karena saya seorang videografer dan juga editor. Komunitas tersebut sangat bagus karena bukan hanya bergerak di bidang pecinta alam tapi ada kegitian sosialnya juga dan banyak yang lainnya.

Namun sayang baru saja mendapat amanah kepengurusan saya harus pergi ke Jawa Timur tepatnya ke Magetan untuk menunut ilmu. Sedikit berat meninggalkan komunitas tersebut namun saya juga berfikir tentang masa depan juga saya akan menikah dan lain-lain.

Meninggalkan sejenak tidak apa-apa jika nantinya akan kembali tentunya dengan kondisi yang berbeda yaitu sebagai pebisnis yang banya uang.

Aamiin Ya Allah Ya Robbal Alamiin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *